Warna Teduh, Hangat Dan Lapang

Senada dengan tujuan utama hunian—yakni sebagai penunjang relaksasi—warna-warna yang diaplikasikan dalam rumah contoh ini, memiliki kesan teduh dan hangat. Hal ini tampak dari sentuhan warna cokelat yang mendominasi setiap ruang.

Baca juga : outdoor furniture jakarta

Tak bisa dipungkiri, cokelat yang identik dengan warna tanah dan kayu, menjadi salah satu cara desainer untuk menerjemahkan kesan alam ke dalam rumah contoh ini. Warna-warna tersebut tak hanya merupakan warna yang teduh di mata, namun bisa juga membangkitkan kesan hangat dan akrab antarsesama anggota keluarga.

Sebagai penyeimbang cokelat yang terkesan tua dan usang, sang desainer menyisipkan warna-warna putih, di beberapa sudut ruang. Warna putih ini melapisi partisi, dinding, serta lampu gantung yang menghiasi ruang keluarga. Tak hanya sebagai penyeimbang, warna putih pun menjadi sebuah siasat memperluas kesan ruang, mengingat bangunan ini hanya dibangun di atas tanah 144m2, yang terbilang cukup sempit dan mungil.

Bukaan Banyak, sirkulasi Lapang

Satu hal yang harus dipikirkan matang-matang dalam sebuah konsep perancangan rumah adalah kenyamanan, baik secara bentuk, teknis, ataupun visual. Rumah yang baik, harus bisa membuat seisi keluarga tetap terjaga kesehatannya, terutama dari segi udara.

Belakangan, tersiar kabar bahwa polusi udara dalam ruangan memiliki dampak yang lebih berbahaya daripada di luar ruangan. Oleh karena itu, sirkulasi udara dalam sebuah rumah pun harus lancar, demi menunjang kenyamanan hunian. Bangunan 2 lantai ini pun mampu memfasilitasi kebutuhan sirkulasi udara sang penghuni.

Bukaan besar tersebar di seluruh sisi ruang yang menghadap area luar. Alhasil, tak hanya kelancaran sirkulasi udara yang bisa didapatkan sang penghuni, kesan lapang pun muncul seketika di dalam rumah ini, terutama di ruang-ruang semi publik, seperti ruang keluarga, ruang tamu dan ruang makan.

Cahaya Alami vs Cahaya Buatan

Selain sirkulasi udara yang terpenuhi, banyaknya bukaan pun dapat membantu sang penghuni untuk lebih menghemat penggunaan pasokan listrik. Cahaya alami menyusup melalui celah-celah jendela kaca, menyinari ruang-ruang yang sering disinggahi oleh seisi keluarga, yakni ruang keluarga dan ruang makan. Alhasil, pemakaian lampu di siang hari pun bisa dikurangi.

Di sisi lain, sistem pencahayaan buatan di dalam rumah ini pun tak asal rancang begitu saja. Pendaran cahaya tersembunyi berwarna kuning terlihat dari balik drop ceiling (plafon menurun), menghadirkan kesan-kesan yang ingin dicapai desainer dari rumah contoh ini: relaks, hangat dan akrab.