Tips Seputar Kehamilan Trimester II

Bergerak Perlahan Namun Pasti

Adanya perubahan pada sistem kardiovaskular membuat tekanan darah sebagian mamil menurun pada trimester 2. Biasanya, tekanan darah ini mulai menurun pada awal kehamilan dan mencapai titik terendahnya di pertengahan trimester 2. Tak heran bila Mama sering merasa pusing, bahkan pingsan. Untuk mengatasinya, Dr. Linda May, PhD, peneliti seputar kehamilan dan perkembangan bayi dari East Caroline University, menganjurkan para mamil untuk membiasakan diri bergerak perlahan. Ketika akan berganti posisi dari berbaring atau hendak berdiri, lakukan dengan perlahan supaya tidak pusing.

BAHAYA PHTHALATE BAGI JANIN LAKI-LAKI

Menghindari makanan proses selama kehamilan dapat menjadi salah satu solusi untuk mencegah paparan bahan kimia yang bisa berbahaya bagi janin, salah satunya, diethylhexyl phthalate (DEHP). Anjuran ini diberikan oleh Shanna Swan, kepala penelitian dari Icahn School of Medicine, Mount Sinai, New York City. Hasil risetnya menemukan, paparan DEHP selama kehamilan bisa berisiko bagi janin, terutama yang berjenis kelamin laki-laki. “Bayi laki-laki yang lahir berpotensi mengalami gangguan infertilitas saat dewasa. Tidak ada batasan aman paparan phthalate untuk perempuan hamil,” tambah Swan. Zat kimia DEHP saat ini banyak digunakan untuk plastik. Paparan terhadap DEHP bisa terjadi jika mamil menyantap makanan yang terpapar zat kimia ini saat pemrosesan, demikian laporan riset yang dimuat di jurnal Human Reproduction ini.

Penyakit Ginjal Lebih Berisiko

Studi yang dimuat di Journal of the American Society of Nephrology menyimpulkan, penyakit ginjal kronis pada mamil, bahkan yang kategorinya sedang sekalipun, dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi Mama dan janinnya. Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Italia ini menemukan, risiko tekanan darah tinggi dan kelahiran prematur makin meningkat seiring dengan makin bertambahnya jumlah penderita penyakit ginjal kronis. Selain itu, bayi yang dilahirkan berkemungkinan besar harus menjalani perawatan di unit perawatan intensif untuk neonatal. “Dari temuan ini, diharapkan para mamil yang memiliki gangguan ginjal, bahkan yang tampaknya tidak terlalu parah, mendapatkan perawatan serius selama kehamilan,” anjur Giorgina Barbara Piccoli, MD, salah satu peneliti yang berasal dari University of Torino.

DILEMA OBAT MIGRAIN

Studi yang dimuat di jurnal Headache menyebutkan, 3 dari 10 perempuan mengalami migrain selama kehamilan, terutama di trimester 2. 1amun mereka sering kali menolak minum obat migrain karena takut tidak aman bagi janin. Menurut para peneliti yang berasal dari University of Oslo, Norwegia, gangguan migrain yang tidak ditangani bisa berisiko bagi mama dan janinnya. Riset juga menemukan, konsumsi obat migrain tidak membuat janin berisiko lebih besar untuk mengalami cacat lahir. Namun, minum obat migrain bukan berarti tak ada efek sampingnya. Studi ini menemukan adanya sedikit peningkatan risiko perdarahan berlebihan saat persalinan pada mamil yang minum obat migrain selama kehamilan, selain juga kegagalan rahim untuk kembali ke bentuk awalnya setelah persalinan.

Mulai Bercinta Lagi

Jika di trimester sebelumnya Mama hanya ingin berintim-intim dengan bantal atau khawatir seks bisa menyebabkan keguguran, maka sekaranglah saatnya untuk kembali menikmati masa normal. Agar relaks, banyak-banyaklah tertawa bersama pasangan. Bercandalah tentang halhal bodoh yang bisa terjadi selama berhubungan intim. Ini akan menghilangkan rasa takut setelah beberapa bulan tidak berhubungan seks. Kemukakan bentuk intimasi yang Mama harapkan dari Papa.