Tips Seputar Ibu Hamil Trimester II Bagian 2

PILIH SUSU KEDELAI BILA ALERGI

Susu kedelai juga kaya kandungan gizi, seperti vitamin (vitamin A, C, B Kompleks, E, asam folat, vitamin D3), kalsium, zat besi, dan beberapa mineral lain (magnesium, fosfor, yodium, selenium). Zat besi dalam susu kedelai jauh lebih banyka ketimbang susu lainnya. Hanya saja, rasa susu kedelai terkadang membuat ibu hamil menjadi mual.

Pada penelitian yang dilakukan sebelumnya menyebutkan bahwa, untuk ibu yang hamil tidak disarankan untuk mengonsumsi susu kedelai dikarenakan memiliki kandungan estrogen yang tinggi . Sehingga bisa jadi menjadi pengaruh bagi perkembangan janin. Akan tetapi, riset baru menunjukkan hasil sebalinknya. Ibu hamil boleh saja mengonsumsi susu kedelai karena justru mengandung gizi yang baik. demikian dikutip dari situs livestrong.com.

Dr. Miriam Stoppard, penulis buku Conception, Pregnancy and Birth, memberikan saran untuk para ibu yang hamil untuk mengonsumsi susu kedelai. Walau begitu kalsium pada susu kedelai lebih rendah dibanding susu sapi. Begitu pun dengan kandungan asa lemak omega 3-nya. Namun susu kedelai lebih sehat untuk jantung daripada sumber protein yang berasal dari lemak hewani.

MEMPERCEPAT PERSALINAN TIDAK MEMICU ADHD

Tindakan akselerasi persalinan untuk mempercepat proses kelahiran sering dilakukan oleh pihak medis dengan pemberian oksitosin. Sebuah studi yang dipublikasikan beberapa tahun lalu me nyinggung soal pemberian oksitosin meningkatkan risiko ADHD (gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas) pada anak-anak yang dilahirkan.

Namun, studi terakhir yang dimuat di Pediatrics menegaskan, tidak ada kaitan antara paparan oksitosin saat persalinan dengan munculnya gangguan ADHD. Lonny Henriksen dari The Juliane Marie Center, Copenhagen University Hospital, Denmark, menyatakan, dari hasil risetnya tidak ditemukan kaitan yang kuat antara akselerasi persalinan dengan diagnosis ADHD pada anak-anak yang dilahirkan. “Dibutuhkan penelitian lebih lanjut berkaitan dengan jenis obat yang digunakan, namun sepertinya hal ini tidak akan berpengaruh banyak,” imbuh Henriksen.

Nah itulah sedikit tips untuk para Bumil agar tetap sehat sampai masa kelahiran. Tentunya juga sehat dan normal bagi si buah hati nantinya. Semoga bermanfaat.