Speaker Stereo Terbaik Harga Murah

Dulu, Mission mendominasi Group Test dan Awards kami, terutama pada kelas yang lebih terjangkau. Tapi merk ini kurang berhasil beberapa tahun belakangan, dengan menyajikan speaker-speaker lumayan tapi bukan pemimpin kelas. LX-2 membelokkan kecenderungan tersebut.

Mengolah keajaiban lama

LX2 produk yang diperbarui di IAG, induk perusahaan Mission. IAG juga memiliki merek speaker Wharfedale, Quad, dan Castle, dan Mission belum berkembang di lingkungan sehebat itu. IAG memutuskan merk tersebut membutuhkan tim desain khusus, dan mempekerjakan orang-orang yang dulu bekerja dengan Mission, dengan harapan ada keajaiban yang dapat terulang. Speaker-speaker ini bahkan terlihat sedikit mirip dengan Mission lama, yang paling kentara dengan penggunaan konfi gurasi tradisional Mission dengan tweeter di bawah mid/bass.

Mission menjanjikan bahwa penataan ini membantu penyelarasan waktu antar driver, agar suara dari setiap unit mencapai pendengar dengan tersinkronisasi lebih baik, sehingga membantu integrasi. Penataan terbalik ini juga membantu membedakan standmounter ini dari kompetitornya. Tweeter tersebut merupakan microfi bre dome 25 mm, yang dipasangkan ke unit mid/bass kombinasi serat 13 cm melalui single wire crossover. Crossovernya desain rancangan keempat, yang dikalibrasi teliti untuk mengoptimalkan performa suara dari posisi yang tidak tepat di depan speaker sementara mempertahankan suara tepat dari depan speaker seimbang. Tim desain Mission bekerja keras mencoba berbagai komponen untuk hasil optimal. Rute single wire yang dipilih mereka logis, terutama pada kelas harga budget. Dengan demikian, anggaran dapat dikonsentrasikan pada kabel speaker berkualitas bagus ketimbang membaginya untuk dua alternatif yang lebih murah.

Kembali ke pokok

Unit drive speaker ini tidak ada yang terkesan menarik di atas kertas, tapi semuanya dikembangkan dengan cermat untuk mengantarkan suara dengan distorsi rendah dan respon merata. Konsistensi antar sample juga sangat diperhatikan, padahal hal ini jarang diterapkan pada kelas budget. Nyatanya, kabinet speaker ini berkonstruksi bagus. Ukurannya yang kecil, dengan tinggi hanya 30 cm, menjamin ketahanan yang sulit diperoleh dari kabinet yang lebih besar. Permukaannya dipoles rapi, dan sesuai standar yang kami harapkan pada tingkat harganya. Kami menyukai sentuhan desain visual sederhana yang klasik. Speaker di tingkat harga ini umumnya dikendalikan oleh sistem mikro seperti Denon DM-40DAB seperti juga perangkat speaker dari Onkyo atau Marantz. Ini menandakan pada prakteknya speaker-speaker tersebut akan mudah untuk dikendalikan dan tidak terlalu pemilih dengan perangkat pasangannya sementara masih tetap mempunyai cukup transparansi untuk mengijinkan perangkat lain yang bersuara lebih baik dalam sistem untuk bersinar. Keseimbangan ini sulit dicapai, hanya sedikit yang mampu menanganinya dengan baik. Mission berhasil dalam hal ini, tapi menurut kami Q Acoustics lawannya lebih fl eksibel berkat kehalusan lebih tinggi pada frekuensi tinggi dan presentasi yang lebih kaya dan lebih manis. Tapi, jangan lantas buru-buru berkecil hati.

Kalau mau lebih telaten dalam mencarikan pasangan untuk Mission, speaker ini tak bakal kalah menghibur layaknya budget speaker yang kami sudah kami dengar selama bertahun-tahun. Pantas ditunggu Mission tepat menuju ke jantung musik, seolah mereka memiliki akses langsung ke studio. Kualitas yang langka di kelas harga berapapun. Ketika memainkan Left Hand Free milik alt-J, LX-2 langsung mengikuti irama. Presentasinya cepat, nendang, dan mengantarkan bass dalam dengan presisi dan otoritas. Dan yang paling baik, mereka mengantarkan track beritme penuh semangat dari lagu dengan terampil dan antusias. Pengaturan waktunya bagus, perubahan momentum dikomunikasikan dengan meyakinkan. Dan kelembutan tak pernah dilupakan. Vokal dari grup terdengar jernih, mudah diikuti, dan penuh energi. Nuansa diungkapkan dengan kehalusan dan seluruh instrumen dan vokal diatur dengan baik. Suaranya tak pernah terdengar kesulitan. Jurassic Park dari John Williams menunjukkan dinamika LX-2 yang berskala besar. Keteraturannya juga mengesankan, tak pernah terdengar kebingungan bahkan ketika dituntut hingga tingkat yang relatif tinggi. Tonalnya seimbang, tapi sedikit timpang di area mid atas/treble rendah yang dapat terpicu oleh rekaman yang kurang sempurna atau perangkat rekanannya dalam sistem yang bersuara agresif. Tapi ini bukan kritik tajam, melainkan hanya satu hal yang perlu diperhatikan saja. Diagram ini menunjukkan susunan unit mid/bass. Mission menaruh banyak perhatian untuk mengoptimalkan sistem motor dan karakter cone Penggambaran stereonya juga bagus, dengan stabilitas presentasi memuaskan. Kami bahkan menyukai penyebaran suaranya yang merata dan kenyataan bahwa presentasinya tetap konsisten dari berbagai posisi dengar. LX-2 awalnya akan dijual dengan harga Rp4 jutaan, dan bahkan untuk harga tersebut, kami masih akan tetap memuji performanya dan memberinya rekomendasi tinggi. Dengan harga sekarang yang seperti ini, tentu penawarannya makin menarik dan mengantarkan banyak keseruan yang hanya mampu didekati oleh sedikit lawannya. Carikan saja perangkat rekanannya dengan hati-hati dan performanya pasti akan membuat senyum Anda terkembang. Bagus, Mission! Speaker ini memang pantas dinanti.