Peranan Ibu dalam Mendidik Anak

BELUM lama ini, PT Sari Husada mengadakan Nutri Talk tentang peran ibu masa kini. Mengapa Ibu? Menurut Arif Mujahidin, Corporate A?airs Head PT. Sari Husada, saat membuka acara, kualitas pemimpin masa depan itu ditentukan oleh seorang ibu, “Hal itu dibuktikan oleh sejarah dan riset para ahli, bahwa ibu mempersipakan seorang manusia sejak dalam kandungan hingga dia dewasa.” Itu sebab, ibu seyogianya peduli dengan kesehatannya sejak hamil. Gizi selama ia mengandung perlu diperhatikan agar janin dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Itu pula yang diutarakan Prof. Dr. Ir. H. Hardiansyah, MS, guru besar Departemen Gizi Masyarakat fakultas Ekologi Manusia IPB. Menurutnya, untuk mencetak anak yang berprestasi perlu dukungan perkembangan otak yang signifkan.

Kuncinya terletak pada tercukupinya kelengkapan gizi. Jika sejak dalam kandungan, gizi si calon bayi baik, setelah dilahirkan pun—khususnya di lima tahun pertama kehidupan anak— gizinya pun terpenuhi. Tentu ini akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak. “Jadi mendambakan anak pintar, cerdas, kreatif, sehat, kuat, tinggi, besar, cantik, ganteng, bisa terwujud,” jelas Hardiansyah. Masih terkait dengan itu, gizi yang baik pun membuat anak pun berpotensi untuk menjadi pemimpin masa depan, tentu dengan didukung stimulasi dan pola asuh yang baik dan tepat. Menurut Anna Surti Ariani, MSi, psikolog anak dan keluarga, “Cita-cita dan harapan ibu agar anaknya menjadi pemimpin, sah-sah saja. Tapi perlu diingat seorang pemimpin itu tidak berarti seorang pejabat. Begitu juga sebaliknya, pejabat belum tentu memiliki kualitas pemimpin.” Imam B. Prasodjo, PhD, sosiolog dari Universitas Indonesia, menambahkan, pemimpin itu harus mempunyai 2 hal, yaitu kapasitas dan karakter yang berkualitas. Nah, kuncinya ada pada ibu sebagai pemegang peran sentral dalam proses tumbuh kembang anak.