Pemilu Mempertinggi Martabat Bangsa

Pemilihan umum (pemilu) merupakan momentun mempertinggi martabat dan peradaban bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia menentukan kehendaknya untuk memperbaiki kehidupan masa depan dengan menentukan perwakilan mereka di parlemen (DPR/DPRD) sekaligus presiden. Terkait hal itu, para usk u p d a l a m w a d a h Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) senantiasa mencermati dan mengikuti dengan seksama dinamika politik. Hal itu ditegaskan Ketua KWI Mgr I Suharyo ketika menerima Sekjen DPP Partai Nasdem Johnny Plate dan Wakil Sekjen I D P P P a r t a i N a s d e m Hermawi Taslim di kompleks Gereja Katedral, Jakarta, Senin (27/8). Pertemuan itu terjadi hanya tiga hari setelah kunjungan Presiden Joko Widodo ke kantor KWI dan bertemu para uskup, Jumat (24/8).

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam itu, Hermawi mengatakan, Mgr Suharyo menjelaskan tentang pertemuannya dengan Presiden Jokowi yang dilukiskan dalam suasana penuh gelak tawa dan kekeluargaan. Substansi yang dibahas dalam pertemuan itu mengenai dinamika kehidupan bernegara dan berbangsa. “Pertemuan kami dan Ketua KWI juga dalam suasana kekeluargaan, seperti bapak dan anak. Beliau menegaskan, pemilu merupakan momentum bagi bangsa Indonesia untuk mempertinggi martabat dan peradaban manusia,” ujar Hermawi. Ketua KWI, lanjut Hermawi, secara cermat juga mendengarkan penjelasan tentang peta perpolitikan Indonesia saat ini dan berikut segala dinamikanya, terutama menjelang Pemilu 2019. Sementara, Johnny Plate mengharapkan dukungan hirarki gereja terkait pengembangan ekonomi keumatan, pendidikan, dan partisipasi politik. Menanggapi hal itu, Mgr Suharyo menjelaskan, selain mencermati dinamika politik, KWI juga secara aktif memberi pendampingan kepada umat dalam mengambil partisipasi positif terhadap semua aspek pembangunan.