Kursus Calistung Semakin Melambung Bagian 2

THE SHOW MUST GO ON

Dra. Gerda K. Wanei MPsi., pakar pendidikan dari Fakultas Pendidikan dan Bahasa Universitas Atmajaya, Jakarta tidak menentang kemunculan kursus-kursus calistung untuk anak TK maupun awal SD yang merambah hingga ke pemukiman. “Saya memandangnya sebagai tantangan. The show must go on. Itu fenomena yang harus dihadapi. Kalau ada pertumbuh an, berarti ada permintaan. Permintaan ini tentunya dari para orangtua. Nah, kenapa orangtua membutuhkan ini, tentunya dilihat dulu dari kebutuhan guru SD.”

Banyak SD yang terangterangan atau terselubung mensyaratkan kemampuan membaca dan berhitung sederhana pada calon murid kelas 1-nya. Ini bisa dilihat dari tes masuk yang diadakan. Tentunya akan sangat menjadi lebih mudah bagi semua pihak sekolah. Apabila muridnya, pada saat masuk, sudah dapat membaca, menulis dan berhitung. “Padahal, justru itulah tugas guru di kelas 1 SD. Jadi, seleksi masuk SD itu sejatinya bukan berupa tes tulis. Tapi contohnya, berikanlah kertas lipat, suruh si anak melipat. Atau ada buku gambar, suruh anak menggambar atau mewarnai. Dari situ guru bisa melihat kematangan anak untuk belajar,” tandas Gerda.

Orangtua mau bilang apa? Sementara pakar pendidikan memaparkan aturan ideal seperti itu, dalam praktiknya sekolah dasar yang kita minati justru mene rapkan tes baca, tulis, dan berhitung sederhana. Tidak klop, bukan? Namun, the show must go on, kata Gerda tanpa bermaksud pasrah. Akhirnya, pandai-pandai kitalah membuat anak bisa calistung dengan cara yang menyenangkan. Masalah? Jelas tidak. Apalagi, cara yang diterapkan kebanyakan tempat kursus maupun kelompok bermain dan taman kanak-kanak memang efektif tanpa membuat anak merasa tersiksa.

Akan jadi masalah kalau orangtua berpandangan, anak-anak yang belum bisa membaca di usia 5-6 tahun ber arti memiliki kekurangan, dan bahwa ia akan tertinggal selamanya dari teman-teman yang sudah bisa ca listung sejak balita. Dalam meyakini bahwa pandang an itu salah, kita tidak boleh kalah. Tidak mengapa kalau ia belum pandai ca listung. Sebab, memang tak ada yang salah dengannya. Se gala sesuatu akan indah pada waktunya. Betul. Ini bukan ungkapan klise.