Konsumsi Daging Merah Agar Terhindar Anemia

Meat & Livestock Australia bekerjasama dengan Bank ANZ mengadakan program “ANZ Lifestyle Event Series with Australian Beef” di Ninety Nine Restaurant, Ranch Market Pesanggrahan, Kamis (11/12) 2014. Meat & Livestock Australia adalah perwakilan industri daging merah Australia yang berkomitmen untuk mengedukasi konsumen akan pentingnya mengonsumsi gizi seimbang dan pentingnya peranan daging sapi Australia dalam pemenuhan gizi seimbang.

Baca juga : catering nasi box jakarta

Di acara kali ini, MLA mengundang Celebrity Chef Vania Wibisono yang juga merupakan Family Ambassador “True Aussie Beef untuk mendemonstrasikan resep-resep praktis yang bisa diciptakan dari “True Aussie Beef”. Selain itu diundang juga Food & Nutrition Expert, Ibu Emilia Achmadi MS., RD. yang menjelaskan tentang pentingnya wanita mengonsumsi zat besi heme. “Wanita rentan akan penyakit anemia karena wanita mengalami siklus menstruasi. Belum lagi saat hamil,” Ungkap Emilia membuka acara talk shownya.

Sehari-hari, lanjut Emilia, kita membutuhkan setidaknya 7-8 mg Zat Besi. “Nah, setengah dari kebutuhan itu harus didapat dari sumber hewani. Salah satunya daging sapi.” Dari seluruh sumber protein, daging merah seperti daging sapi dan daging domba memiliki kandungan zat besi heme yang paling tinggi. Dalam 100 gram daging sapi mengandung 3-4 mg zat besi heme. Jadi, sangat disarankan menyantap daging sapi 3-4 kali dalam seminggu, “Sekali makan cukuplah 100 gram,” saran Emilia. Lantas daging sampi atau daging domba seperti apa yang baik kita pilih. “Tentu saja yang rendah lemak supaya tidak menyebabkan kenaikan kolesterol dalam darah,” tutur Emilia.

Selain itu, memilih daging yang tekstur empuk tentu juga harus jadi pertimbangan agar kita enak saat menyantapnya. Kualitas daging yang kandungan gizinya baik dan empuk teksturnya bisa ditemukan dalam daging sapi Australia (True Aussie Beef). Daging Australia sudah dikenal berkualitas, empuk, juicy, aman dari segala penyakit hewan, dan tentunya bersertifikat Halal. Emilia juga mengingatkan, selain memilih daging rendah lemak, penting juga menggunakan teknik olah daging yang benar.

Misal, lanjutnya, hindari penggunaan santan, kecap manis maupun asin, dan bumbu kacang (seperti pada sate). Kita boleh mengonsumsi semua itu, tapi dalam jumlah sedikit saja. Nah, daging sapi Australia yang menyehatkan itu sangat mudah pengolahannya karena teksturnya yang empuk. Vania membuktikan cara olah sehat yang praktis dalam 2 resep lezat. Thai Beef Salad dan Beef Tortilla Salsa. ”Dua resep ini sangat sehat karena selain terbuat dari daging sapi yang kaya protein dan zat besi, juga ada tambahan sayuran,” kata Vania.