Kementerian Energi Kejar Investasi Panas Bumi US$ 1,2 Miliar

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong percepatan pengembangan energi panas bumi atau geotermal untuk mengejar target investasi sebesar US$ 1,2 miliar tahun ini. Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi, Ida Nurhayatin Finahari, menuturkan bahwa angka tersebut diperoleh dari pengembang dalam rencana kerja tahunan. “Kalau semua berjalan on the track, rencana tersebut bisa tercapai,” kata Ida, kemarin. Menurut Ida, target tersebut telah memperhitungkan proyek yang mulai dibangun dan eksplorasi.

Dia menilai penerbitan surat penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi (PSPE) kepada sejumlah badan usaha panas bumi baru-baru ini bakal menjadi tambahan investasi. Pekan lalu, pemerintah memberikan PSPE kepada sejumlah badan usaha, yakni PT Star Energy, PT Hitay Energy, PT EDC Indonesia, PT Optima Nusantara Energi, PT Sumbawa Timur Mining, dan PT Ormat Geothermal Indonesia. Rencana investasi dari keenam perusahaan tersebut mencapai US$ 146,98 juta atau senilai Rp 2,17 triliun kurs kemarin 14.820 per dolar AS.

Selain itu, Kementerian memberikan surat keputusan penugasan pengusahaan kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di tiga wilayah kerja panas bumi, dengan nilai investasinya paling sedikit Rp 2,66 triliun. Upaya lain untuk mempercepat pengembangan energi panas bumi dilakukan dengan diserahkannya penugasan pelaksanaan government drilling di dua lokasi kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), yaitu di Wae Sano, Nusa Tenggara Timur; dan Dieng, Jawa Tengah. “Negara yang melakukan pengeboran.

Ini dilakukan karena risiko eksplorasi biasanya terbesar dalam mengembangkan panas bumi. Nanti kalau sudah ketahuan, baru ditawarkan kepada pengembang,” ujar Ida. Menurut dia, PT SMI ditargetkan untuk mendapatkan penugasan government drilling di lima lokasi. Adapun investasi panas bumi yang sudah terealisasi pada periode Januari Juli atau semester pertama ini telah mencapai US$ 643 juta atau sekitar 52,96 persen dari target.

Angka tersebut didapatkan dari pengembang yang sudah melakukan kegiatan mulai dari eksplorasi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan sebelumnya telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2018 tentang penawaran wilayah kerja panas bumi, pemberian izin panas bumi, dan penugasan pengusahaan panas bumi. Pekan lalu, Jonan berpesan agar badan usaha yang sudah mendapatkan surat tugas eksplorasi energi panas bumi segera melakukan sosialisasi terhadap masyarakat setempat.