Jenis Karakter di Anak yang Harus Dikembangkan

Bertanggung Jawab

Melatih sikap tanggung jawab anak dapat dimulai dengan membiasakan anak untuk meringkas atau menata kembali mainan setelah dipakai, meletakkan pakaian kotor di tempat yang sudah ditentukan, membersihkan sepeda, ataupun memberi makan dan memandikan hewan peliharaan. Memberikan tugas harian yang mesti dikerjakan anak, selain mengajarinya untuk bertanggung jawab, juga dapat melatih anak membagi waktu dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Memaafkan

Ini salah satu kemampuan yang harus dipunyai seseorang agar memiliki kesehatan psikologis yang baik. Memaafkan dapat berupa memaafkan diri sendiri ataupun orang lain, serta meminta maaf kepada orang lain. Dengan memaafkan diri sendiri, memaafkan orang lain, dan meminta maaf, seseorang dapat merasa damai karena dapat menerima pengalaman yang kurang menyenangkan dan jujur mengakui kesalahannya.

Saat seseorang dapat berdamai dengan dirinya, maka orang tersebut dapat menjadi lebih fokus mengarahkan potensi dirinya untuk memperbaiki kesalahan, meraih keberhasilan, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Sejak bayi, seseorang sebenarnya telah memiliki potensi memaafkan orang lain, namun kemampuan ini cenderung berkurang karena pengaruh lingkungan. Oleh sebab itu, orangtua berperan untuk memelihara potensi ini. Peran orangtua dalam mengajari anak untuk memaafkan sebaiknya juga diawali dengan sikap orangtua yang mau memaafkan anak saat berbuat salah, tidak menghukum atau menyudutkan anak dengan kata-kata kasar.

Sikap orangtua yang mau memaafkan akan menjadi gerbang untuk anak memiliki sifat berani mengakui kesalahan dan meminta maaf. Meskipun anak memiliki potensi kemampuan memaafkan orang lain, ternyata anak cenderung kurang dapat memaafkan diri sendiri. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kognitif dan sifat egosentris anak. Pertengkaran kedua orangtua yang dilihat anak adalah salah satu peristiwa yang dapat dipersepsi anak sebagai kesalahannya, dirinya yang mengakibatkan kedua orang yang disayanginya bertengkar.

Sifat egosentris akan membuat anak cenderung menyalahkan diri sendiri terhadap peristiwa tersebut. Oleh sebab itu, orangtua sebaiknya memberi pengertian yang tepat mengenai situasi yang dipersepsi anak sebagai kesalahannya dan membiasakan komunikasi yang sehat di depan anak, jika mau bertengkar sebaiknya tidak di depan anak dan dilakukan di ruang tertutup.

Simak juga informasi lengka mengenai kursus IELTS di Jakarta yang terbaik sebagai bekal persiapan tes mendatang.