Jalan Tol Bali Mandara Resmi Beroperasi

Jalan Tol Bali Mandara

Jalan Tol Bali Mandara – Bali Mandara, jalan tol pertama di Pulau Dewata akhirnya resmi dibuka untuk umum. Jalan tol hasil “keroyokan” beberapa BUMN ini begitu menyita perhatian masyarakat Bali. Ekspose media yang gencar selama pembangunan membuat masyarakat Bali semakin penasaran. Terlebih dikatakan bahwa jalan tol ini merupakan satu satunya jalan tol di atas laut dan terindah di Indonesia. Pengelola jalan tol, PT Jasa Marga Bali Tol menggratiskan biaya masuk selama masa sosialisasi mulai tanggal 24 hingga 30 September 2013. Rasa penasaran ditambah lagi tidak perlu membayar alias gratis membuat masyarakat Bali tidak melewatkan kesempatan untuk mencicipi Tol Bali Mandara.

Kendaraan pun berdatangan dari berbagai penjuru Bali. Hari pertama masa sosialisasi, berdasarkan pantauan Dermaga di Pintu Tol Benoa, masih banyak pengendara yang bingung terutama pengendara sepeda motor. Hal ini dikarenakan Pintu Tol untuk sepeda motor terpisah dan harus memutar balik di dekat Gate Masuk Pelabuhan Benoa. Bahkan tidak sedikit pengendara yang keblabasan masuk ke area Pelabuhan Benoa. Untung petugas yang disiapkan oleh PT Jasamarga Bali Tol cukup sigap mengarahkan para pengguna jalan.

Rambu rambu pun ditambah untuk lebih memperjelas. Hari pertama sosialisasi ini kondisi jalan tol relatif masih lancar. Berbeda dengan jalan tol pada umumnya yang khusus untuk kendaraan roda empat atau lebih, Tol Bali Mandara ini juga boleh dilalui oleh sepeda motor. Lajur jalan tol yang digunakan untuk sepeda motor dan kendaraan roda empat atau lebih terpisah seperti halnya yang sebelumnya juga diterapkan di Jembatan Suramadu. Lajur untuk sepeda motor lebih sempit dan lebih berliku terkadang berada diantara tiang-tiang penyangga lajur untuk mobil. Namun demikian rambu-rambu yang dipasang cukup memadai dan jelas.

Hari kedua mulai terasa peningkatan arus kendaraan yang signifikan. Beberapa ruas jalan menuju dan keluar dari jalan tol mulai macet. Salah satunya jalan dari arah Pelabuhan Benoa menuju perempatan Pesanggaran yang mengalami kemacetan panjang. Padahal sehari-hari jalan yang telah diperlebar ini sangat lancar. Kemacetan juga terjadi di pintu keluar menuju Bandara Ngurah Rai yang harus melalui bundaran, sehingga arus menuju bandara bertemu dengan arus dari arah Nusa Dua melalui jalan by pass. Semakin hari Tol Bali Mandara ini semakin menjadi perbincangan masyarakat Bali.

Entah di warung-warung, atau tempat umum lainnya ramai membicarakan Tol Bali Mandara. Tidak hanya warga Denpasar saja yang penasaran, masyarakat sekitar Denpasar dari Gianyar, Tabanan bahkan dari kabupaten lain yang lebih jauh pun ikut datang. Tol Bali Mandara ini tidak hanya sekedar fasilitas publik penunjang transportasi, bahkan menjelma menjadi lokasi wisata dadakan. Di lajur sepeda motor sempat ditemui beberapa pengendara yang berhenti sejenak untuk berfoto. Setelah keluar dari pintu tol pun para pengendara ini tidak segera melanjutkan perjalanan. Walaupun tidak ada lahan luas, para pengendara sepeda motor berhenti di tepi jalan untuk sekedar mengobrol dan melihat Tol Bali Mandara dari kejauhan. Para pedagang keliling tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Tepi jalan keluar dari tol mendadak ramai para pedagang dan pengendara motor yang asik jajan dan berfoto. Fenomena seperti ini mungkin jarang ditemui di jalan tol lain di Indonesia. Di Pulau Jawa, Jalan Tol tidak lebih hanya sekedar pendukung sarana transportasi. Kebanyakan jalan tol juga panas dan penuh dengan polusi asap kendaraan. Tidak banyak pemandangan menarik yang bisa dinikmati sepanjang perjalanan. Antusiasme masyarakat Bali selama masa sosialisasi tentunya hal yang menggembirakan mengingat pro dan kontra yang dialami selama proses pembangunan.

Berbagai isu terkait dengan pembangunan jalan tol ini sempat mencuat, utamanya isu lingkungan. Mulai adanya sebagian dari pohon mangrove yang harus ditebang hingga adanya reklamasi yang hingga kini menjadi isu sensitif di Bali. Pohon mangrove yang ditebang telah digantikan. Reklamasi yang dilakukan pun hanya sementara sebagai jembatan untuk menancapkan tiang pancang. Tanah yang digunakan sebagai jembatan sementara ini kemudian dikeruk kembali. Kemacetan yang cukup parah di sekitar jalan menuju dan keluar dari jalan tol berangsur-angsur mereda ketika masa sosialisasi berakhir. Kondisi jalan tol lancar dan menghubungkan penggunanya lebih cepat menuju Benoa, Ngurah Rai dan Nusa Dua. Usai sosialisasi, Jalan Tol Bali Mandara pun siap menyambut tamu negara dalam rangka APEC 2013 yang diselenggarakan di Nusa Dua. Disisi yang lain, adanya tol yang menghubungkan Benoa – Ngurah Rai – Nusa Dua ini juga sangat bermanfaat bagi PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), khususnya Cabang Benoa.

Pembangunan Jalan Tol di Percepat

Awalnya proses pembangungan sedikit terhambat saat di malam hari lantaran kurangnya penerangan sehingga pekerja tidak bisa bekerja secara maksimal. Pengawas proyek pada akhirnya menambah jumlah unit genset diesel supaya dapat memberikan penerangan sesuai dengan kebutuhan dan pengerjaan proyek di malam hari menjadi maksimal.

Genset yang di datangkan berasal dari kota palembang dan harga genset silent 25 kva di palembang yang digunakan tersebut kisaran Rp 70 juta setiap unitnya. Wajar bila harganya cukup mahal sebab mesin tersebut memiliki spesifikasi khusus untuk proyek besar, sangat berbeda dengan yang digunakan untuk sektor pabrik.

Dengan diresmikannya jalan tol Bali Mandara, lokasi Pelabuhan Benoa menjadi semakin strategis. Selain mendukung Pelabuhan Benoa sebagai pelabuhan turn around kapal pesiar karena semakin mudahnya akses dari Pelabuhan Benoa menuju Bandara Ngurah Rai, juga sangat mendukung pengembangan Pelabuhan Benoa ke depan.

Tidak hanya mengembangkan fungsi utama sebagai penyedia jasa kepelabuhanan, Pelabuhan Benoa juga akan mengembangkan fasiltas pendukung antara lain lokasi khusus untuk kapal yacht, curah cair energi dan kawasan komersial. Lokasi strategis di Bali Selatan ditambah lagi akses yang mudah melalui jalan tol menjadikan Pelabuhan Benoa bak gadis Bali yang molek yang membuat banyak mata melirik.