Jack Ma Siapkan Penerus di Alibaba

Pendiri Alibaba, Jack Ma, bakal mempersiapkan calon penerus yang akan menggantikan dia di perusahaan raksasa e-commerce asal Cina tersebut. Bekas guru bahasa Inggris itu dijadwalkan bakal mengumumkan keputusannya secara resmi hari ini. “Sejak sepuluh tahun lalu, saya pernah rapat dengan para senior eksekutif untuk berdiskusi bagaimana Alibaba tanpa saya nanti,” kata Jack Ma, seperti yang dilansir South China Morning Post, kemarin. Agar bisa sustain dan berumur panjang, perusahaan sebesar Alibaba dinilai perlu mempersiapkan regenerasi. Ma, meski masih tergolong bugar pada usia 54 tahun, memikirkan masa depan perusahaan yang didirikannya pada 1999 itu.

Program pendelegasian tampuk kepemimpinan tersebut direncanakan berdurasi 10 tahun.“Saya bangga, Alibaba sekarang sudah punya struktur, budaya, dan sistem pengembangan sumber daya manusia yang baik,” kata Ma. Pengumuman ini sekaligus untuk membantah rumor Ma pensiun dini seperti dimuat oleh New York Times, akhir pekan lalu. Meski demikian, kabar pensiun seorang konglomerat di Cina bukanlah hal yang mengagetkan.

Sebab, menurut riset UBS, sekitar 80 persen dari 1.400 generasi pertama konglomerat baru di Cina memang sudah memasuki masa pensiun. “Cepat atau lambat, saya memang akan kembali ke dunia pendidikan,” kata Ma. Ma juga tak ragu menyebut dirinya bakal mengikuti jejak pendiri Microsoft, Bill Gates, yang saat ini lebih berfokus pada kegiatan pendidikan dan amal melalui Bill Gate’s Foundation. Namun, untuk sementara, Ma bakal berkeliling dunia sebagai petinggi Alibaba. Sejak mengoper jabatan kepala eksekutif kepada Daniel Zhang, Ma lebih banyak menghabiskan waktu di luar negeri. Bulan ini, setelah mengunjungi Indonesia, Ma bakal ke Rusia dan Afrika Selatan untuk menjalin kerja sama bisnis digital.

Bulan depan, Ma dijadwalkan menghadiri sidang tahunan Bank Dunia di Bali, Indonesia. Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan kehadiran Jack Ma di Bali nanti sekaligus bakal menindaklanjuti pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan para menteri pada pekan lalu. “Nanti beliau akan datang untuk membicarakan rencana Jack Ma Institute dan membahas peta jalan ecommerce Indonesia,” kata Susiwijono di kantornya, Kamis lalu. Ma sejak 2017 didapuk oleh Jokowi sebagai penasihat resmi e-commerce Indonesia.

Untuk meningkatkan peran Ma, pemerintah juga sepakat memperbanyak rapat tatap muka. “Pemerintah sudah sepakat minimal dua kali setahun,” kata Susiwijono. Dia tak menampik anggapan bahwa peta jalan e-commerce yang sudah dibuat sejak tahun lalu sebagian masih berjalan di tempat. Masukan dari tokoh e-commerce dunia seperti Ma, kata Susiwijono, bakal mempercepat implementasi aturan dengan tepat.

Sebelumnya, Jack Ma menyatakan akan membantu ekspor produk Indonesia. Bukan tidak mungkin, kata dia, pemasaran produk dalam negeri bisa dilakukan ketika perayaan “Hari Jomblo” di Cina, 11 November mendatang. Perayaan tersebut saat ini telah berkembang menjadi pesta belanja dunia dengan diskon menarik. “Banyak hal positif yang perlu dibahas dalam pertemuan selanjutnya. Yang pasti, pertemuan tadi sangat produktif,” kata Ma, pekan lalu.

Ketua Asosiasi ECommerce Indonesia (idEA), Ignatius Untung, mengatakan belum merasakan dampak dari penunjukan Jack Ma sebagai penasihat e-commerce Indonesia. Menurut dia, sebagai penasihat, dampak langsung yang dirasakan dapat dilihat dari kualitas kebijakan terhadap ekosistem ecommerce di Indonesia. “Saya belum dengar dan dari kami sih biasa saja. Enggak berharap apa-apa walaupun enggak menolak kalau diajak bertemu,” kata Untung.