Cara Menyuntik Harus Tepat

takut kulit bayi tidak elok. Jika prosedur vaksinasi BCG dilakukan secara benar, apa yang kita khawatirkan tidak akan terjadi, termasuk kejadian demam pascaimunisasi. Untuk itu, Mama Papa perlu mengetahui seluk beluk suntik BCG ini. Keefektifan vaksin BCG juga dipengaruhi oleh cara penyuntikannya. Tidak tepat bila suntik BCG dilakukan di paha seperti yang terjadi pada tahun 70-an.

Proses penyuntikan di paha lebih sulit, karena lapisan lemak di bawah kulit paha lebih tebal, sehingga persentase kegagalannya relatif lebih besar. WHO menganjurkan penyuntikan dilakukan di lengan kanan atas. Cara menyuntikkannya membutuhkan keahlian khusus, karena vaksin harus masuk ke dalam kulit. Jadi penyuntikan yang tepat di lengan kanan/kiri, dengan cara disuntikkan menyusur kulit (disebut intradermal atau intrakutan).

Tujuannya agar mudah dilihat, apakah seorang anak pernah atau belum diimunisasi BCG. Walau kemungkinan keberhasilan penyuntikan di tangan lebih besar, tetapi efek estetika sering kali menjadi momok. Seperti diketahui, bekas suntik vaksin BCG kerap menimbulkan bekas parut pada kulit atau benjolan seperti bisul. Biasanya terdapat di tempat suntikan atau di daerah kelenjar yang bereaksi, misalnya di ketiak atau selangkangan.

Karena di lengan, tentu sering terekspos, berbeda dengan di paha yang tidak terekspos. Sekalipun begitu, sebetulnya kita tidak perlu khawatir, karena kondisi tersebut tidak terjadi pada semua bayi. Terjadinya pembengkakan kelenjar itu pada umumnya dikarenakan oleh teknik menyuntik yang tidak tepat. Yaitu penyuntikan terlalu dalam ataupun dosis yang lebih besar. Sehingga cara mencegahnya ialah dengan melakukan penyuntikan dengan teknik yang benar dan tepat.

Usia Efektif Vaksinasi

Vaksin BCG (Bacillus Calmette Guerin) yang ditemukan oleh Dr. Albert Calmette dan Camille Guerin pada 24 April 1927 ini, sangat efektif mencegah penularan penyakit TBC alias TB atau tuberkulosis. Berdasarkan penelitian para ahli, vaksin BCG efektif diberikan saat bayi usia 1—2 bulan. Kenapa harus sejak kecil? Pasalnya, kekebalan terhadap TBC tidak diturunkan dari ibu ke anak (imunitas seluler).

Bagaimana jika baru diberikan pada bayi di atas 2 bulan? Bisa saja, namun sebelumnya perlu melakukan tes Mantoux (tuberculin test) terlebih dahulu. Gunanya untuk mengetahui, apakah tubuhnya sudah terpapar kuman Mycobacterium tuberculosis atau belum. Jika hasil tes negatif, baru vaksin BCG bisa diberikan. Jika sebaliknya, positif, maka harus dilakukan terapi pengobatan dulu hingga bayi benar-benar terbebas dari infeksi TBC.

Berikut rekomendasi tempat kursus TOEFL IBT preparation Jakarta.