Bisnis Interior Ruangan Banyak Uangnya

Bisnis Interior Ruangan Banyak Uangnya -Setelah 10 tahun menjalani profesi sebagai produser kreatif stasiun televisi, wanita berparas ayu ini banting setir menjadi entrepreneur di dunia desain interior. Walaupun tidak berangkat dari latar belakang di dunia art, namun sejak kecil, crafting dan doodling seakan telah melebur menjadi satu di dalam dirinya.

Kecintaannya terhadap dunia desain inilah yang membuatnya berani mendirikan sebuah platform online shop yang diberi nama Chic & Darling yang menjual beragam kebutuhan interior, seperti cushion, rug, selimut, placemat, tea towel, dan serving plate. Melalui bisnisnya ini, ia salurkan bakatnya, di mana semua produk yang dijual merupakan hasil desainnya sendiri.

Awal Merintis Usaha
Kania Annisa Anggiani, atau yang akrab dipanggil Keke ini mengisahkan awal mula Chic & Darling berdiri. Bisnis yang dimulai pada tahun 2013 ini ternyata berasal dari terbatasnya bujet yang ia miliki untuk membeli kebutuhan rumah tangganya. Setelah melahirkan seorang putri dan pindah ke rumah barunya, ia memiliki keterbatasan mobilitas dalam mengakses produk rumah tangga yang ia butuhkan. Berangkat dari alasan itulah ahirnya Keke terinspirasi untuk mengolah bahanbahan yang ada di rumahnya menjadi karya produk untuk rumahnya sendiri. “Jadi saat itu, saya akhirnya melihat adanya peluang usaha walaupun niat awal saya hanya membuat karya untuk kebutuhan sendiri,” kisahnya. Tak disangka, barang-barang buatannya tersebut mendapatkan apresiasi yang begitu baik dari keluarga dan teman-temannya. Sejak saat itulah Keke akhirnya serius menjalani bisnis ini dengan membuat blog dan instagram untuk online shop-nya.

Lebih Tenang dan Matang
Merintis bisnis ini, menurut Keke, tentu bukan tanpa hambatan. Tidak memiliki background bisnis mapun finance membuatnya kesulitan me-manage semua divisi. “Apalagi dulu saya one man show, jadi semua-muanya saya lakukan sendiri,” cerita wanita berkulit putih ini. Namun, seiring berjalannya waktu, Keke bertemu dan belajar dari orangorang yang profesional di bidangnya. “Saya mendapat proses mentoring dari orang-orang hebat sehingga terciptalah sistem manajemen yang lebih baik,” ujar lulusan Edith Cowan University, Perth, Australia. Namun, bukan bisnis namanya bila tak ada tantangannya. Dunia desain lokal yang sedang berkembang pesat dan bersifat progresif ini membuat pilihan konsumen semakin beragam dan kompetisi pun semakin menarik. Bagi Keke, situasi ini memacunya untuk lebih inovatif tanpa kehilangan ciri khas. Dalam menghadapi setiap tantangan, ia kini merasa lebih tenang dan matang dalam menghadapi situasi apapun.

Siap Melebarkan Sayap
Pemberian nama Chic & Darling sendiri didasari dari sesuatu yang catchy dan manis. “Chic” berasal dari bahasa Prancis yang artinya smart elegant, di mana produk-produk dari Chic & Darling mencerminkan sesuatu yang smart, casual, namun tetap timeless. Sementara itu, kata “Darling” dipilihnya sebagai ekspresi perasaan Keke terhadap arti “rumah dan keluarga”. Perlahan namun pasti, produk-produk dari Chic & Darling mulai akrab terdengar di telinga khalayak luas, bahkan telah memiliki pembeli dari Australia, Malaysia, Singapura, Jepang, dan New York. Chic & Darling telah aktif bertengger di event-event dan exhibition ternama Tanah Air. “Selain itu, produk-produk dari Chic & Darling telah banyak digunakan di rumah-rumah di seluruh Nusantara, dari Sabang sampai Merauke,” ujar Keke. Ke depannya, Keke sedang menyiapkan produk-produk terbarunya untuk tahun depan yang akan di-launching sebelum akhir tahun ini. “Produk yang ditawarkan masih seputar kebutuhan rumah, namun akan ada eksperimen lintas bidang demi melebarkan sayap brand Chic & Darling,” tutupnya. Keke berharap Chic & Darling menjadi leading destination untuk produk home living goods local yang berkualitas.

Kania juga ingin mengajak kerjasama pemilik usaha jual genset murah di makassar karena dia sadar betul bahwa kondisi listrik di Indonesia masih sering mengalami kendala dan genset adalah solusi yang tepat. Dirinya sedang megumpulkan data mengenai toko-toko genset yang ada di kota tersebut dan mulai menawarkan proposal kerjasama.