Belajar Kelompok Lewat Web

Jejaring sosial tidak hanya berguna sebagai fasilitas pencari teman atau bercengkrama, tapi juga bisa berfungsi efektif sebagai sarana dalam berbagi atau bertanya seputar ilmu pengetahuan. Belajar kelompok atau belajar bersama, mungkin istilah yang sudah lama tak terdengar. Hal itu setidaknya yang di- rasakan CHIP saat ini. Maklumlah, kegiatan belajar me- nyenangkan seperti itu sudah lama berlalu yaitu tepatnya saat penulis masih SD hingga SMP. Namun, syukurlah kalau kegiatan semacam itu masih berlangsung hingga saat ini.

Di era teknologi seperti sekarang ini, kegiat an belajar dan mengajar semacam belajar kelompok, seperti yang dijabarkan di atas dapat direalisasikan, bahkan dengan lingkup peserta yang lebih luas lagi. Hanya saja kelemahannya peserta tak dapat bertatap muka. Namun, setidaknya ini menjadi solusi bagi mereka yang ingin bertanya atau berbagi dalam pelajaran yang didapat di sekolah tanpa harus terkendala masalah waktu dan tempat. Brainly.co.id, menjadi salah satu fasilitas yang menawarkan solusi di atas.

Jejaring sosial yang dikembangkan di Polandia ini cukup efektif dalam membantu permasalahan para siswa. Pertanyaan dan jawaban seputar pelajaran matematika, pengetahuan alam, geografi, fisika atau beragam mata pelajaran lainnya bisa ditemukan di sini. Untuk lebih jauh mengenal jejaring sosial ini, CHIP berkesempatan mewawancarai Dimas Mukhlas, penanggung jawab penuh brainly.co.id. Berikut petikan wawancara tersebut: Apa yang melatarbelakangi pendirian Brainly? Kita tahu kurikulum saat ini membuat banyak siswa frustasi.

Rasa frustasi ini semakin memuncak saat wadah untuk menyalurkan pertanyaan dan berdiskusi tidak tersedia. Terlebih ketersediaan lembaga bimbingan belajar dan kelompok diskusi mandiri di setiap daerah tidak sama, apalagi siswa yang tinggal di wilayah pelosok Indonesia. Di lain pihak ada siswa yang cukup beruntung mendapat fasilitas tempat tinggal di daerah yang pendidikannya maju dan membutuhkan rekan diskusi untuk menghadapi ujian atau pun olimpiade mata pelajaran.

Pertanyaannya adalah mengapa kita tidak mengkoneksikan keduanya dalam suatu forum yang mapan, yang memiliki fitur simbol matematis, dan juga mendapatkan pengawasan kualitas konten oleh moderator yang kompeten di bidangnya? Di sinilah brainly.co.id hadir untuk mempertemukan kedua tipe siswa tersebut. Bagaimana sejarahnya Brainly dan apa misinya? Brainly didirikan pada 2009 oleh Michal Borkowski, Lukasz Haluch, dan Tomasz Kraus di Polandia.

Latar belakang pendiriannya tak lain adalah dari pengalaman mereka pribadi terkait kendala dalam belajar di kelas. Mereka bertiga yakin tiap siswa memiliki level pengetahuan, ketertarikan, dan cara belajar yang berbeda-beda. Misi dari Brainly secara global adalah melakukan revolusi terhadap cara belajar para siswa. Hal tersebut diterapkan dengan menciptakan web sosial media cerdas yang bermaanfaat bagi siswa dalam hal belajar bersama.