Agar si Kecil Pandai Kelola Uang

Ada beberapa tip menarik agar si prasekolah tak hanya dapat mengenal nilai uang namun juga dapat mengelolanya dengan baik. “Anak saya tahu nilai uang sejak usia 4 tahun. Mulai dari nominal Rp1000 sampai Rp100.000 Awal pengenalan memang enggak sengaja. Ceritanya, dia suka lihat uang gaji suami yang diberikan pada saya setiap bulan. Kemudian dia tanya, ‘Ini uang berapa, Bu?’ Lalu saya jawablah nilai-nilai uang itu melalui warna dan angkanya.

Misalnya, ‘Dek, kalau uang Rp1.000 itu angka nol-nya ada tiga dan berwarna biru. Karena sudah tahu warna dan angka, dia jadi mudah mengingatnya,” begitu cerita Ferina Mulyana, mama dari Muhammad Eighy Pratama (5). Bagaimana dengan si kecil apakah juga sudah tahu nilai uang? Tak perlu meragukan kemampuan buah hati untuk mengenal nilai uang ini. Sebab, jauh sebelum buah hati bisa berhitung tentang “tambahkurang”, ia sudah bisa diajarkan nilai uang. Namun tentu dengan cara-cara sederhana. Seperti apa sih itu?

1. Kenalkan konsep uang. Pada saat berbelanja di toko, biarkan si 3 tahun yang melakukan pembayaran di kasir. Dengan cara ini, anak belajar bahwa uang bisa ditukar dengan barang.

2. Ajarkan nilai uang. Ajarkan ia tentang besar kecilnya nilai uang. Mulai dengan nilai paling kecil Rp100, lalu bertahap ke nilai yang lebih besar Rp200, Rp500, Rp1.000. dan seterusnya. Pengenalan ini sekaligus merupakan “pelajaran” matematika sederhana baginya.

3. Berikan pemahaman tentang perolehan uang. Ajak si prasekolah ke ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Tunjukkan fungsi mesin tersebut, salah satunya untuk mengambil uang tunai. Jelaskan bahwa uang dari ATM adalah hasil kerja Mama atau Papa. Tanpa bekerja, tidak ada uang yang bisa diambil di ATM. Konsep ini penting agar anak berpikir bahwa uang tidak diperoleh dengan mudah, sehingga ia lebih berhati-hati memanfaatkannya.

4. Berikan “uang saku”. Di usia 5 tahunan, kita bisa mengajari si kecil ”mengatur keuangannya sendiri” dengan memberikannya uang saku. Uang saku ini bukan untuk jajan, tapi bisa digunakan untuk hal yang berguna, seperti beramal (ajak ia memasukkan uang ke dalam kotak amal). “uang saku” bisa diberikan kepada anak setiap hari senin atau tiap satu minggu sekali agar si anak yang belum bersekolah bisa mengatur pengeluaran sesuai dengan jumlah uang ia miliki.

5. Menabung. Sejak anak memiliki “uang saku” sendiri, ia juga belajar menabung dari sisa uang sakunya. Uang tabungannya bisa digunakan untuk membeli mainan baru. Anak pun akan belajar bersabar dan bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan.

Selain mengajarkan anak untuk tetap hemat dan melatih cara mengelola keuangan tak kalah penting juga mengajarkan anak bahasa asing yang akan berguna di masa depan nantinya. Lembaga belajar berbahasa Jerman terpercaya di Jakarta adalah solusinya.